{"id":32,"date":"2026-07-25T15:56:38","date_gmt":"2026-07-25T15:56:38","guid":{"rendered":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/?p=32"},"modified":"2026-07-25T15:56:38","modified_gmt":"2026-07-25T15:56:38","slug":"ujian-loyalitas-dan-kekuatan-akar-rumput-alasan-don-muzakir-layak-jadi-wamentan-lanjutkan-sudaryono","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/2026\/07\/25\/ujian-loyalitas-dan-kekuatan-akar-rumput-alasan-don-muzakir-layak-jadi-wamentan-lanjutkan-sudaryono\/","title":{"rendered":"Ujian Loyalitas dan Kekuatan Akar Rumput: Alasan Don Muzakir Layak Jadi Wamentan Lanjutkan Sudaryono"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam panggung politik kekuasaan, jabatan setingkat Wakil Menteri sering kali diisi oleh akademisi menara gading, teknokrat steril, atau elitis partai yang asing dengan bau keringat rakyat. Namun, jika pemerintah serius ingin memberantas mafia pangan, menstabilkan harga pasar, dan mengeksekusi visi swasembada Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian tidak butuh sekadar teori. Kementerian Pertanian membutuhkan seorang petarung lapangan yang memahami anatomi rakyat kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama Don Muzakir, Ketua Umum APPSI sekaligus Komandan DPN PAPERA, muncul bukan sebagai hasil polesan pencitraan media. Kehadirannya lahir dari tempaan garis keras pergerakan dan konsolidasi ekonomi kerakyatan dari bawah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Ujian Kesetiaan: Dibaptis Krisis dan Tak Pernah Membelot<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejarah mencatat bahwa Don Muzakir bukanlah penikmat kemenangan, melainkan pejuang yang teruji di masa sulit. Pada Pemilu 2019, ketika memegang amanah sebagai Ketua Relawan Prabowo di Aceh, ia berada di garis paling depan perjuangan hingga harus membayar mahal harganya dengan ditangkap serta ditahan oleh aparat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di saat banyak tokoh lain balik badan atau bersembunyi ketika arus politik berbalik memojokkan, Don Muzakir bertahan dalam himpitan hukum demi garis perjuangan yang ia yakini. Peristiwa penangguhan penahanannya kala itu menjadi stempel sejarah bahwa ia adalah kader yang sudah dibaptis oleh krisis dan jeruji besi, bukan kader instan yang baru menampakkan muka saat panggung politik sudah megah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Arsitek Mesin Kerakyatan: Menghidupkan Saraf Ekonomi Pasar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Usai badai politik 2019 mereda, ia tidak meratapi nasib. Don Muzakir mengambil langkah taktis mendasar dengan merebut serta mengonsolidasi benteng ekonomi rakyat paling nyata, yaitu Pasar Tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kepemimpinannya di APPSI serta keberhasilannya mengarsiteki pembentukan PAPERA, Don Muzakir melakukan hal yang jarang sanggup dilakukan oleh politisi nasional pada umumnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Infiltrasi Nyata ke Akar Rumput<\/strong>Ia menembus puluhan ribu kios, blusukan tanpa henti dari pasar ke pasar di Sumatra, Jawa, hingga Indonesia Timur untuk menyerap jeritan pedagang secara langsung.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengunci Jaringan Massa Kerakyatan<\/strong>Ia menyatukan para pedagang, pedagang kaki lima, dan distributor skala kecil menjadi satu barisan solid yang mendukung penuh kebijakan ekonomi kerakyatan ala Prabowo Subianto.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia terbukti mampu memindahkan teori ekonomi kerakyatan dari lembaran buku pidato menjadi kekuatan riil yang berdenyut di atas trotoar dan lorong lorong pasar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Argumentasi Krusial: Mengapa Harus Don Muzakir di Kementan?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalah utama sektor pertanian Indonesia selama berdekade dekade bukan hanya terletak pada cara menanam di hulu, melainkan pada siapa yang menguasai jalur distribusi di hilir. Petani sering menangis karena harga panen anjlok, tetapi pada saat bersamaan konsumen di kota menjerit karena harga di pasar melambung tinggi. Marjin keuntungan besar itu dinikmati oleh para mafia dan permainan rantai pasok yang bengkok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sinilah letak keunggulan absolut Don Muzakir jika menduduki posisi Wamentan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Paham Anatomi Hilir Pangan<\/strong>Sebagai pimpinan pedagang pasar se Indonesia, ia tahu persis di mana titik beras ditimbun, di mana cabai dimainkan oleh spekulan, dan bagaimana permainan rantai pasok bekerja. Mengangkatnya sebagai Wamentan sama artinya dengan memasang intelijen pasar langsung di dalam struktur kabinet.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jembatan Hidup Petani dan Pasar<\/strong>Ia sanggup memotong rantai tengkulak yang merugikan produsen dan konsumen. Kementerian Pertanian akan memiliki pimpinan yang bisa berbicara dengan bahasa rakyat, bukan bahasa regulasi yang kaku dan birokratis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keberanian Mental dan Kecepatan Eksekusi<\/strong>Berlatar belakang aktivis lapangan yang pernah berhadapan langsung dengan hukum, ia memiliki keberanian mental untuk mengeksekusi kebijakan tidak populer demi memukul para spekulan pangan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Loyalitas Tanpa Syarat pada Presiden<\/strong>Bagi Presiden Prabowo Subianto, menempatkan Don Muzakir adalah menempatkan orang kepercayaan yang telah teruji dalam darah dan keringat, memastikan program strategis pangan tidak dibajak oleh kepentingan oligarki.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penutup: Waktunya Orang Pasar Memimpin Pangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah terlalu lama Kementerian Pertanian diurus oleh perspektif administratif teknokratis semata. Kehadiran Don Muzakir sebagai Wamentan akan menjadi simbol kemenangan rakyat kecil: bahwa seorang aktivis daerah yang pernah mendekam di tahanan, melalui kerja keras mengorganisir pedagang pasar, mampu naik ke panggung eksekutif tertinggi untuk mengawal perut seluruh rakyat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Don Muzakir bukan sekadar layak, ia adalah jawaban konkret atas benang kusut pangan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">#GarudaMerah #donmuzakir <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam panggung politik kekuasaan, jabatan setingkat Wakil Menteri sering kali diisi oleh akademisi menara gading, teknokrat steril, atau elitis partai yang asing dengan bau keringat rakyat. Namun, jika pemerintah serius ingin memberantas mafia pangan, menstabilkan harga pasar, dan mengeksekusi visi swasembada Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian tidak butuh sekadar teori. Kementerian Pertanian membutuhkan seorang petarung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[5,4],"tags":[29,28,14,31,6,30,33],"class_list":["post-32","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","category-politik","tag-appsi","tag-don-muzakir","tag-garuda-merah","tag-kementan","tag-sudaryono","tag-tani-merdeka","tag-wamentan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32\/revisions\/34"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}