{"id":50,"date":"2026-08-01T13:07:46","date_gmt":"2026-08-01T13:07:46","guid":{"rendered":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/?p=50"},"modified":"2026-08-01T13:10:56","modified_gmt":"2026-08-01T13:10:56","slug":"netizen-jangan-abal-abal-bikin-framing-pemerintah-sebut-gaji-guru-honorer-rp-2-juta-justru-ada-karena-era-mbg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/2026\/08\/01\/netizen-jangan-abal-abal-bikin-framing-pemerintah-sebut-gaji-guru-honorer-rp-2-juta-justru-ada-karena-era-mbg\/","title":{"rendered":"Netizen Jangan Abal-Abal Bikin Framing, Pemerintah Sebut Gaji Guru Honorer Rp 2 Juta Justru Ada Karena Era MBG!"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gelombang protes warganet terkait banyaknya atap sekolah yang ambruk dan kondisi kelas yang tidak layak di berbagai daerah disemprot balik oleh pemerintah. Di tengah sengitnya kritik publik yang menilai anggaran pendidikan tersedot habis demi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah menegaskan bahwa isu sekolah rusak sama sekali tidak ada hubungannya dengan program makan gratis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudaryono menepis keras tudingan publik yang terkesan menyalahkan Presiden Prabowo Subianto dan program MBG atas rusaknya gedung-gedung sekolah. Menurutnya, framing netizen yang menyebut sekolah mendadak rusak akibat adanya program MBG adalah hal yang sama sekali tidak masuk akal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Dulu nggak ada MBG, kan sekolah itu ada yang rusak, bolong apa semua&#8230; Dulu ke mana? Yang sekolah rusak itu dulu duitnya untuk MBG mestinya dari kemarin-kemarin dong! Nggak ada MBG harusnya sekolah itu bagus semua, kan nggak?&#8221;<\/em> cecar Sudaryono menanggapi tudingan publik.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan menohok tersebut langsung membakar amarah netizen di media sosial. Banyak pihak menilai pemerintah terkesan &#8220;melempar batu sembunyi tangan&#8221; dan mengungkit kesalahan era terdahulu ketimbang fokus membeberkan solusi cepat untuk sekolah-sekolah yang terancam roboh.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak berhenti sampai di situ, isu sensitif mengenai kesejahteraan guru honorer juga ikut disenggol. Sudaryono mengklaim bahwa di era sekarang, pemerintah justru sudah pasang badan memastikan gaji guru honorer dijamin hingga <strong>Rp 2.000.000 per bulan<\/strong>  hal yang ia sebut tidak pernah diperhatikan sebelum adanya MBG.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Guru honorer. Dulu nggak ada MBG kan nggak kemudian karena MBG guru honorer gajinya kecil. Bahkan oleh Pak Presiden kan sudah dipastikan sampai dengan Rp 2.000.000&#8230; Sekarang ada MBG katanya dipotong untuk MBG, sekarang kita benahi semua!&#8221;<\/em> tegasnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan ini sontak memancing reaksi panas dari berbagai kalangan guru dan pengamat pendidikan yang mempertanyakan apakah angka Rp 2 juta tersebut sudah cukup layak dan benar-benar terealisasi merata di seluruh pelosok daerah.<br><br>opimi Mon Gar <a href=\"https:\/\/x.com\/GARUDAMERAH__\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/x.com\/GARUDAMERAH__\">https:\/\/x.com\/GARUDAMERAH__<\/a><br><br>#GarudaMerah #BGN #sudaryono <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gelombang protes warganet terkait banyaknya atap sekolah yang ambruk dan kondisi kelas yang tidak layak di berbagai daerah disemprot balik oleh pemerintah. Di tengah sengitnya kritik publik yang menilai anggaran pendidikan tersedot habis demi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah menegaskan bahwa isu sekolah rusak sama sekali tidak ada hubungannya dengan program makan gratis. Sudaryono [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[5,4,21],"tags":[10,43,44,16,45,6],"class_list":["post-50","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","category-politik","category-sosial","tag-bgn","tag-garudamerah","tag-honorer","tag-mbg","tag-sekolah-ambruk","tag-sudaryono"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50\/revisions\/54"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}