{"id":78,"date":"2026-08-11T17:12:46","date_gmt":"2026-08-11T17:12:46","guid":{"rendered":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/?p=78"},"modified":"2026-08-11T17:12:46","modified_gmt":"2026-08-11T17:12:46","slug":"di-balik-mikrofon-dimatikan-rahasia-besar-kekuatan-nuklir-indonesia-terbongkar-di-istana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/2026\/08\/11\/di-balik-mikrofon-dimatikan-rahasia-besar-kekuatan-nuklir-indonesia-terbongkar-di-istana\/","title":{"rendered":"Di Balik Mikrofon Dimatikan: Rahasia Besar Kekuatan Nuklir Indonesia Terbongkar di Istana"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa yang Terjadi?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Pada Kamis, 6 Agustus 2026, momen bersejarah terjadi di Istana Kepresidenan. Saat memamerkan produk inovasi teknologi nuklir kepada Presiden Prabowo Subianto, Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN, Syaiful Bakhri, mengungkapkan fakta mengejutkan . <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi uranium mencapai 89.000 ton dan torium sebesar 143.000 ton sumber daya alam yang luar biasa besar untuk mendukung masa depan energi kita . Namun, yang paling mencengangkan adalah pengakuan bahwa BRIN saat ini sudah memiliki kemampuan untuk memurnikan uranium hingga kadar 60 persen . Sayangnya, momen ketika fakta ini akan dijelaskan lebih lanjut justru diikuti dengan momen menarik: <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Presiden Prabowo meminta agar mikrofon dimatikan . Meski detail lebih lanjut masih menjadi informasi terbatas, satu hal sudah pasti: kita punya teknologinya!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Mengapa Ini Penting?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Angka 60 persen ini bukanlah angka sembarangan. Di dunia nuklir, pengayaan hingga kadar ini menempatkan Indonesia pada level teknologi tinggi. Ini membuktikan bahwa kemampuan riset anak bangsa tidak perlu diragukan lagi . Bayangkan, kita tidak hanya memiliki bahan bakunya (89.000 ton uranium!), tetapi kita juga memiliki ilmu dan teknologi untuk mengolahnya. Ini adalah posisi tawar yang sangat kuat dan langkah strategis untuk persiapan masa depan, khususnya jika Indonesia suatu saat memutuskan untuk memasuki era Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) . <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita tidak akan memulai dari nol, dan tidak akan hanya menjadi pembeli teknologi dari luar negeri. Ini bukti nyata bahwa kita mampu berdiri di antara bangsa-bangsa maju.<br>Tantangan dan Prospek<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Tentu saja, untuk mewujudkan ini semua membutuhkan waktu dan kesiapan total, termasuk infrastruktur dan pembenahan fasilitas agar selalu prima . Namun, tonggak sejarah ini adalah fondasi yang kuat. Perjalanan menuju kedaulatan energi dan teknologi telah dimulai. Mari kita dukung para ilmuwan dan insan riset Indonesia agar terus berkarya membawa nama harum bangsa. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangat, Indonesia!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">#GarudaMerah #BRIN #PLTN #Nuklir<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang Terjadi? Pada Kamis, 6 Agustus 2026, momen bersejarah terjadi di Istana Kepresidenan. Saat memamerkan produk inovasi teknologi nuklir kepada Presiden Prabowo Subianto, Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN, Syaiful Bakhri, mengungkapkan fakta mengejutkan . Beliau menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi uranium mencapai 89.000 ton dan torium sebesar 143.000 ton sumber daya alam yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":79,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[64,14,43,65,67],"class_list":["post-78","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik","tag-brin","tag-garuda-merah","tag-garudamerah","tag-nuklir","tag-prabpwp"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78\/revisions\/80"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/garudamerah.my.id\/garudame\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}